Main Menu

Tuesday, February 26, 2013

Sumber-Sumber Pencemar Udara


Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Belakangan ini muncul efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yang dipengaruhi oleh alam maupun kegiatan manusia. Sumber pencemar udara alamiah merupakan sumber pencemar yang berasal dari proses alam tanpa adanya campur tangan manusia. Kegiatan alami yang menyebabkan pencemaran udara antara lain letusan gunung berapi, kebakaran hutan, maupun nitrifikasi-denitrifikasi biologis. Sumber pencemar udara yang diakibatkan kegiatan manusia disebut juga sumber pencemaran udara antropogenik. Kegiatan manusia yang menciptakan pencemaran udara antara lain dalam ranah transportasi, industri, pembangkit listrik, pembakaran furnance, gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti CFC, dan lain sebagainya. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai kedua jenis sumber pencemar udara tersebut :

Sumber Pencemar Udara Antropogenik
  1. Sumber pembakaran yang tidak bergerak
  2. Sumber pencemar udara yang berasal dari pembakaran yang tidak bergerak ini termasuk asap dari industri manufaktur, hasil pembakaran insinerator, furnace, dan berbagai tipe peralatan pembakaran dengan bahan bakar. Berikut disajikan gambar yang menunjukkan pemcemaran udara akibat cerobong asap pabrik.
  3. Sumber yang bergerak
  4. Sumber pencemar udara yang berasal dari pembakaran yang bergerak ini termasuk asap ayng dihasilkan kendaraan bermotor, pesawat, kapal laut, serta kendaraan lainnya. Khususnya pada kendaraan bermotor menghasilkan gas buangan berupa gas CO yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

    Asap Knalpot Bus Kota
    sumber: Desthi, 2010

  5. Asap dari penggunaan cat, hair spray, dan jenis pelarut lainnya.
  6. Gas hasil dari kegiatan pada TPA
  7. Gas yang dihasilkan dari proses pembuangan akhir di TPA umumnya adalah gas Metan. Gas metan ini memang tidak bersifat racun (toksik), tetapi gas ini termasuk gas yang mudah menyala (flammable) dan dapat membentuk senyawa yang bersifat eksplosive (mudah meledak) jika bereaksi dengan udara sehingga berpotensi menghasilkan pencemaran terhadap udara yang ada di sekitarnya.
  8. Kegiatan militer
  9. Kegiatan militer sering kali menggunakan bahan-bahan yang mudah meledak dan menyebabkan pencemara udara, seperti senjata nuklir, gas beracun, senjata biologis, maupun roket.



Sumber Pencemar Udara Alamiah
A. Akibat letusan gunung berapi
Letusan yang dihasilkan gunung berapi sering kali mencemari lingkungan yang ada di sekitarnya. Salah satu gas pencemar yang dihasilkan dari letusan ini adalah SOx.
Letusan gunung berapi mengeluarkan beberapa gas yang melimpah diantaranya H2O, CO2, H2S, SO2, CO, HF, dan He. Diantara semua gas tersebut, sulfur dioksida merupakan pencemar udara utama karena selain berpengaruh pada kesehatan,SO2 juga menyebabkan anomali cuaca.

Gunung Merapi dengan Letusan Gas SO2
sumber: Wulandari, 2010
Gas-gas vulkanik yang menimbulkan potensi bahaya besar untuk manusia, hewan, pertanian, dan material adalah belerang dioksida, karbon dioksida, dan hidrogen fluorida. Secara lokal, gas belerang dioksida dapat mengakibatkan hujan asam dan polusi udara di daerah sekitar gunung berapi. Secara global, letusan gunung berapi yang besar dapat menyuntikkan volume sulfur ke stratosfer yang dapat mengakibatkan suhu permukaan yang lebih rendah dan menimbulkan penipisan lapisan ozon bumi. Gas karbon dioksida lebih berat daripada udara, sehingga gas dapat mengalir ke daerah dataran rendah dan mengumpul di permukaan tanah. Konsentrasi tinggi gas karbon dioksida di daerah-daerah dapat mematikan bagi manusia, hewan, dan vegetasi. Sebuah letusan gunung berapi menyemburkan senyawa fluor yang cukup untuk merusak atau membunuh hewan dan melapisi vegetasi dengan abu vulkanik. Senyawa fluor cenderung menjadi terkonsentrasi pada partikel abu halus, yang dapat dicerna oleh hewan.
B. Akibat kebakaran hutan
Terdapat beberapa bahan polutan dari pembakaran yang dapat mencemari udara, diantaranya adalah bahan polutan primer, seperti hidrokarbon dan karbon oksida, karbon dioksida, senyawa sulphur oksida, senyawa nitrogen oksida dan nitrogen dioksida. Adapun polutan berbentuk partikel adalah asap berupa partikel karbon yang sangat halus bercampur dengan debu hasil dari proses pemecahan suatu bahan. Berikut disajikan gambar yang menunjukkan fenomena kebakaran hutan.


Daftar Pustaka:
Desthi, Samhasari. 2010. Pencemaran Udara Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. http://chemstlink-chasandah.blogspot.com/2010/12/pencemaran-udara-dan-dampaknya-terhadap.html (diakses 24 Februari 2013 pukul 23.24) http://sacenplastique.blogspot.com/2011/02/sumber-pencemar-udara-alami.html
http://sailorjournal.wordpress.com/2011/02/21/sumber-pencemar-udara-alamiah-dan-antropogenik/
Wulandari, Beti Andini. 2010. Sulfur Dioxide. http://kimling4.blogspot.com/2010/12/sulfur-dioxide-so2.html (diakses 24 Februari 2013 pukul 23.12)

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Newsletter

Followers